About Us

Tampilkan postingan dengan label AKHIRAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHIRAT. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Mei 2014
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THE BEST

Allah Memanggil Kita Hanya Di Tiga Saat.

Panggilan allah
‘Panggilan pertama adalah *Adzan*,

‘Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita Sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak ‘cepat marah’ akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak Sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Adzan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti’.
Panggilan yang kedua adalah Panggilan *Haji*
Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba- hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya ‘bergiliran’ . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul. Ketika kita mengambil niat Haji , berpakaian Ihram dan melafazkan ‘Labaik Allahuma Labaik’, sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua. Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji bagi yang mampu’.
‘Dan panggilan ke-3 adalah *KEMATIAN*.
Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu ,manfaatkan waktumu sebaik- baiknya. Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah. Insya Allah syurga adalah balasannya
Rabu, 29 Januari 2014
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THE BEST



Siapakah Lelaki Misterius Dalam Al-Qur’an?







Siapakah sebenarnya Khidir ?
Kapankah ia dilahirkan ?
Apakah ia seorang Nabi atau hanya seorang manusia yang sholeh ?
Dan, benarkah ia masih hidup hingga kini….????
Apa jawaban anda manakala mendapatkan pertanyaan beruntun seperti diatas ?
jika anda menjawabnya seorang Nabi, otomatis pertanyaan lain akan datang menghadang anda. Di zaman apakah beliau diutus ?
Atau anda menjawab beliau adalah seorang waliyullah. Secara sepontan pertanyaan lain akan siap menepisnya , “Kalau dia waliyullah adakah bukti dan tanda kewaliannya ?
itulah lelaki misterius yang ada dalam AlQur’an dan akan kita coba untuk membahasnya, dengan tidak menjadikan suatu perselisihan diantara kita .


1.Apakah beliau ( khidir ) masih hidup ?
2.Apakah beliau masih bertemu dengan manusia sekarang ?
Karena beliau disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur’an, maka kita membahasnya berdasarkan landasan Islam yang benar. Setiap ada fakta yang meragukan, kita wajib untuk berhati-hati, karena bisa membawa ke arah yang salah. secara pasti saya belum pernah mendengar tentang sejarah khidir , tetapi saya pernah mendapatkan berita-berita dari teman sepengajian yang mana mereka berpendapat , “khidir adalah seorang hamba yang sholeh”. Sementara yang lain berpendapat “khidir adalah Nabi, tapi bukanlah Rasul”.
Ada yg berpendapat “khidir masih hidup” , sementara yg lain berpendapat “khidir sudah wafat”. Malah ada lagi yang berpendapat “khidir adalah sebuah mitos belaka”. Pembahasan tentang khidir, memang sangat mengasyikan, selain sering disebut-sebut orang banyak ,khidir juga memiliki watak lain dari yg lain.
Biodata khidir
Terlalu banyak perselisihan pendapat tentang nama asli Khidir. Ada yang menyebutkan namanya Bulya bin Mulkan dan ada juga yang mengatakan bahwa namanya adalah lliya, Al-Mu’ammar, Urmiya, dan khadrun. Tidak hanya namanya saja yang diperselisihkan oleh orang. bahkan siapa ayah dari khidir pun tidak ada yang tahu. Ada yang menyebutkan nama ayahnya adalah Mulkan , Qabil (anak Nabi Adam as ), bahkan disebut Khidir anak Fir’aun.
Ibnu Abbas ( Shahabat Rasulullah SAW ), berkata ” beliau adalah anak lelaki dari Nabi Adam AS, yaitu dari tulang sulbinya .” Sedangkan menurut Abu Hamid As-Sajistani, ” Khidir itu anak lelaki dari Qabil bin Adam AS.” Ada lagi seorang tabi’en mengatakan bahwa keturunan Khidir ialah Sambin Nuh AS”. Pendapat yg lebih ekstrim mengatakan bahwa beliau adalah anak Fir’aun ( Raja Mesir ), yang telah membesarkan Nabi Musa AS. tapi pendapat tersebut dibantah oleh Ibnu Khatir, yaitu “hujjah ini sangat jauh menyimpang!”. Dari sekian banyak pendapat, Imam Nawawi merasa cenderung memilih Bulya bin Mulkan, untuk nama yang sebenarnya bagi Khidir. Dan nama inilah yang disepakati Jumhur Ulama.
Khidir itu hanyalah nama gelarannya. Rasulullah SAW pernah mengatakan kepada Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (no.3402) ( Abu Yahya Badrusalam ) , ” Beliau dipanggil Khidir yang memiliki arti kehijauan, karena apabila beliau bangkit dari duduknya, terlihat kesan kehijau-hijauan. Ada sekelompok mujahid yang mengatakan , ” beliau digelari sedemikian karena apabila beliau sholat, maka hijaulah segala yang ada disekelilingnya.” Sementara dalam sebuah riwayat lain diterangkan ” bahwa beliau itu memakai baju jubah dan bersorban putih.”
Mengapa Allah SWT tidak menyebutkan nama Khidir yang sebenarnya di dalam AlQur’an? dan rahasia apa yg ada dibalik ini semua?
Agar pembaca tidak menjadi semakin bingung, disini saya akan memberikan dalil-dalil yang kongkrit, bahwasanya Khidir itu adalah Nabi. Ibnu Abbas RA, berkata ” Khidir adalah seorang Nabi dan bukan seorang Rasul”. Imam Al-Qurtabi berkata , “Khidir adalah Nabi disisi Jumhur ( Ulama ).” Ayat AlQur’anlah yg telah membuktikan sedemikian. saya sendiri mengakui bahwa Khidir adalah Nabi, ini bisa dibuktikan dari kisah Nabi Musa AS yang belajar ilmu hakikat kepada lelaki yang berada diantara air laut dan air sungai. secara logika , tidak ada atau tidak mungkin Nabi belajar kepada manusia biasa ( selain Nabi ). Kalau dilihat dari segi ilmu, Khidir lebih jauh atau tinggi ilmunya dibandingkan Nabi Musa ( Surat Al-Kahfi : 65 ).
Tapi dari sekian banyak yang mengakui beliau Waliyullah, dengan alasan, ” kalau beliau seorang Nabi, siapa umatnya? Dan dijaman apakah beliau hidup ?”
Meskipun demikian ada seorang Waliyullah yang bernama Syech Muhammad Jailani Abrar Al-Qutub Al-Qaibi yang berpendapat, “Khidir itu adalah seorang Nabi , karena Khidir adalah guru dari Syech Abdul Qadir Jailani , sedangkan Syech Abdul Qadir Jailani adalah guru dari Syech Muhammad Jailani Abrar.”
Mungkin ada dari para pembaca ini yang bertanya , ” Apakah kita wajib mengimani Khidir, sedangkan kita Umat Islam, hanya wajib mengimani 25 Nabi yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an? Tentu saja kita tidak wajib mengimaninya dalam artian dogmatis. Dengan ketinggian ilmunya, Khidir dianggap seorang Nabi, hal ini dikatakan langsung oleh Allah SWT, bahwasanya Khidir itu paling tinggi ilmunya.
Dikisahkan pada suatu hari, Nabi Musa AS sedang memberikan khotbahnya kepada Bani Israil, dan Nabi Musa AS ditanya ” siapakah yang paling tinggi ilmunya?”. Nabi Musa AS menjawab, “Aku”. Lalu Allah SWT menegur Nabi Musa AS , karena yg paling berilmu adalah dia ( Allah SWT ), dan Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as : “Sesungguhnya Aku mempunyai seorang hamba yg lebih berilmu darimu, yang berada diantara dua buah laut ( laut dan sungai ).” Maka mendengar itu Nabi Musa AS sadar akan kesalahannya, dan Nabi Musa AS mohon kepada Allah SWT, agar diijinkan untuk menuntut ilmu kepadanya (Jhidir ). Lalu Nabi Musa AS pergi mencari Nabi Khidir AS, entah berapa lamanya ia mencari Nabi Khidir AS, Allah SWT akhirnya memberitahukan dimana Nabi Khidir AS berada, yaitu pertemuan dua laut,disebuah batu besar yang mempunyai mata air. Akhirnya Nabi Musa AS bertemu juga dengan Nabi Khidir AS, lalu Nabi Musa AS belajar ilmu kepada Nabi Khidir AS.


KEBERADAAN KHIDIR
Apakah Nabi Khidir AS masih hidup ? Ada sebagian orang yang menyebut dirinya pernah berjumpa dengan beliau di alam, riwayat lain dikatakan, Nabi Khidir AS itu dulunya pernah meminum air kehidupan abadi. Ibnu Abbas berkata, “Barang siapa meminum air kehidupan, ia akan hidup sampai hari kiamat”, tapi sayang, tidak disebutkan dimana letak air abadi tersebut. Diceritakan, “Apabila bangkai terkena air kehidupan tersebut maka hiduplah dia”.
Hal ini terbukti sewaktu Nabi Musa AS mencari Nabi Khidir AS, Nabi Musa AS membawa ikan yang sudah mati, sebagian riwayat mengatakan ikan asin. Entah berapa lamanya, lalu Nabi Musa AS beristirahat di sebuah batu besar, dan ternyata di situ ada air, maka Nabi Musa AS mengambil wudlu untuk melaksanakan sholat, namun tanpa diduga, ikan mati yang dibawa Nabi Musa AS tadi terkena oleh air percikan wudhu Nabi Musa AS, lalu dengan seketika melompatlah ikan tadi dari kantongnya. Nabi Musa AS terkejut, berarti di sinilah Nabi Musa AS akan bertemu dengan Nabi Khidir AS.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Nabi khidir as masih hidup sampai sekarang ini , yaitu :
1.Karena dulu, saat NAbi Adam AS sebelum meninggal, akan terjadi suatu angin taufan, lalu Nabi Adam AS mewasiatkan kepada anaknya untuk membawa jasadnya ke tempat khusus.siapa yang mengurus jasadnya akan didoakan umur yang panjang, dan yang mau mengurus jasad Nabi Adam AS adalah Nabi Khidir AS.
2.Karena dulu Nabi Khidir AS itu telah meminum air kehidupan, di dalam suatu tafsir An-Nasafy menyebutkan , “bahwa Rasulullah SAW bersabda, ada seorang anak dari Sam bin Nuh AS telah meminum air kehidupan, lalu ia dapat hidup lama”. Maka pergilah Raja Zulkarnain bersama Nabi Khidir AS, untuk meminum air kehidupan. Namun yang berhasil meminumnya adalah Nabi khidir AS, sedangkan Raja Zulkarnain tidak berhasil menemui air kehidupan tsb.
3.Di dalam Kitab Shahih Muslim, Abu Said AlKudry berkata, “Telah bercerita baginda Rasulullah SAW tentang Dajjal, bahwa Dajjal datang di pinggir kota, lalu keluarlah seorang pemuda, dia adalah sebaik-baiknya manusia. Lalu pemuda itu berkata kepada Dajjal, “Aku bersaksi bahwa engkaulah Dajjal yang diceritakan kepada kami oleh Baginda Rasulullah SAW”. Di dalam Hadist itu Dajjal berkata, ” Apakah kamu percaya padaku bahwa aku adalah tuhan, sekiranya aku bunuh lelaki ini dan aku hidupkan kembali”. lalu Said berkata, “sewaktu mau dibunuh oleh Dajjal, anak ini tidak mati ( Kebal ), dialah yang bernama Khidir ” kata Abu Said Al-Qudry. Inilah Hadist Shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Jadi dari 3 faktor ini dapatlah kita jadikan petunjuk untuk membuktikan bahwa Khidir adalah seorang Nabi. Dari kisah Nabi khidir AS ini. Apakah ada yang ingin bertemu dengan beliau ? Asy-Syihk Abu Abdullah At-Tistari mengatakan bahwa barang siapa yang ingin bertemu dengan Nabi Khidir AS maka perbanyaklah pergi ke pengajian, karena sesungguhnya beliau memiliki kekayaan ilmu yang lebih daripada Ulama.
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THE BEST


Kisah Nabi Khaidir Antar Hidup dan Mati




Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya.
Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut.

Semua ini berpangkal dari kesalahpahaman mereka tentang hakekat Nabi Khidir. Terlebih lagi orang-orang ekstrim dari kalangan pengikut tarekat dan tasawwuf yang membumbui berbagai macam dongeng dan cerita bohong tentang Khidir. Sebagian di antara mereka, ada yang mengaku telah bertemu dengan Khidir, berbicara dengannya dan mendapat wasiat dan ilham darinya. Misalnya di tanah air kita ini, ada sebagian orang yang mengaku telah bertemu dengan Khidir dan mengambil bacaan-bacaan shalawat, wirid-wirid dan dzikir dari Khidir secara langsung, tanpa perantara, atau melalui mimpi. Bahkan adapula yang mengaku dialah Nabi Khidir -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Semua ini adalah keyakinan batil!!

Mengenai hidup atau wafatnya Khidir, orang-orang berselisih. Ada yang menyatakan dia masih hidup. Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa dia telah lama meninggal berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan Sunnah. Ini merupakan pendapat para Ahli Hadits. Karena, tidak ada satupun nash yang shahih, baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dapat dijadikan pegangan bahwa Khidir masih hidup. Bahkan banyak dalil yang menyatakan ia telah meninggal.

Jika kita mengadakan riset ilmiah, maka kita akan mendapatkan Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa Nabi Khidhir telah meninggal dunia.
Al-Allamah Ibnul Jauziy-rahimahullah- berkata, “Dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Khidir sudah tidak ada di dunia adalah empat perkara; Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ (kesepakatan) ulama’ muhaqqiqin, dan dalil aqliy”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 69)]
Di antaranya dalil-dalil itu:
Allah -Ta’ala- berfirman,
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُو
“Kami tidak menjadikan kehidupan abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal”. (QS.Al-Anbiya`: 34)

Imam Abul Faraj Abdur Rahman Ibnul Jauzy-rahimahullah- berkata, “Khidhir, jika dia itu seorang manusia, maka sungguh ia telah masuk dalam keumuman (ayat) ini tanpa ada keraguan. Seorang tidak boleh mengkhususkannya dari keumuman itu, kecuali dengan dalil yang shahih”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334), cet. Maktabah Al-Ma’arif]

Kemudian Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir-rahimahullah- menguatkan ucapan Ibnul Jauziy tadi seraya berkata, “Asalnya memang tidak boleh mengkhususkannya sampai dalil telah nyata. Sementara tidak disebutkan adanya dalil yang mengkhususkannya dari seorang yang ma’shum yang wajib diterima”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334), cet. Maktabah Al-Ma’arif ]
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا ءَاتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab,“Kami mengakui”. Allah berfirman, “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS. Al-Imran: 81)

Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Abbas-radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata saat menafsirkan ayat ini, “Allah tidak mengutus seorang nabi di antara para nabi, kecuali Dia mengambil perjanjian padanya. Jika Allah mengutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam- sedang nabi itu hidup-, maka ia (nabi itu) betul-betul harus beriman kepada beliau, dan menolongnya”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (1/565)]
Jika Khidir masih hidup, tentunya ia tidak boleh menunda-nunda keimanannya kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Ia harus mengikuti Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, berjihad bersamanya dan menyampaikan dakwah beliau. Ini merupakan perjanjian Allah kepada seluruh para nabi dan rasul sebagaimana yang tersebut dalam QS. Al-Imran ayat 81 di atas.

Ini menunjukkan kepada kita bahwa wajib bagi seorang nabi dan rasul untuk menolong dan beriman kepada Rasulullah Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Bahkan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- menegaskan bahwa andaikan Nabi Musa -’alaihis salam-, yang jauh lebih mulia dari Nabi Khidir masih hidup, maka ia harus mengikuti Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- .
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لَوْ أَنَّ مُوْسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِيْ
“Andaikan Musa hidup, tentunya tidak mungkin baginya, kecuali harus mengikutiku”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (3/387), Ad-Darimiy dalam As-Sunan (1/115), Ibnu Abi Ashim dalam As-Sunnah (5/2), Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Al-Ilm (2/42), dan lainnya. Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (1589)]


Sudah dimaklumi, tidak ada satu pun riwayat shahih ataupun hasan -yang dapat membuat jiwa tenang- menyebutkan bahwa Khidir pernah bertemu dengan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, tidak pula pernah ikut bersama Rasulullah dalam berbagai peperangan.
Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوْسَةٍ الْيَوْمَ تَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ حَيَّةٌ يَوْمَئِذٍ
“Tidak ada satu jiwa pun yang hidup pada hari ini telah lewat 100 tahun, sedang ia hidup pada hari itu”. [HR. Muslim dalam Shahih- nya (4/1966)]

Allamah Ibnu Baththal-rahimahullah- berkata menerangkan makna hadits ini, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya memaksudkan bahwa dalam jangka waktu ini suatu generasi telah punah”. [Lihat Fathul Bari (1/256) karya Al-Hafizh Ibnu Hajar]
Al-Imam Abu Abdillah Al-Qurthubiy-rahimahullah- berkata dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an (11/41), “Sesungguhnya hadits ini termasuk dalil yang memutuskan tentang kematian Nabi Khidir sekarang”.
Andaikan Nabi Khidir masih hidup, tentu ia akan datang kepada Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk menyatakan keislamannya dan akan menolong beliau dalam berdakwah dan berperang membela Islam. Tidak mungkin ada seorang Nabi pun yang masih hidup, lantas tidak datang kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk berbai’at, menyatakan keislamannya, dan berjihad bersama beliau.

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
اَللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكَ هَذِهِ الْعِصَابَةُ لاَ تُعْبَدْ فِيْ اْلأَرْضِ
“Ya Allah, jika pasukan ini hancur, maka engkau tidak akan disembah lagi dimuka bumi”. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Jihad, Bab: Al-Imdad bil Mala’ikah fi Ghazwah Badr (3/1383)]
Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harraniy-rahimahullah- berkata ketika ditanya tentang hadits di atas, “Andaikan Khidir masih hidup, maka wajib baginya untuk datang kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan berjihad di hadapannya, serta belajar dari beliau (Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-). Sungguh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda dalam perang Badar, “Ya Allah, jika pasukan ini hancur, maka engkau tidak akan disembah lagi dimuka bumi”. Pasukan kaum muslimin waktu itu sebanyak 313 personil. Telah dikenal nama mereka, nama orang tua, dan qabilah mereka. Lantas dimanakah Khidir pada saat itu?” [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 68)]

Adapun dalil-dalil berupa hadits-hadits marfu’, dan mauquf yang menyebutkan tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini, maka hadits-hadits itu lemah, bahkan palsu, tidak bisa dijadikan hujjah dan dalil dalam menetapkan hukum, apalagi keyakinan (aqidah).

Al-Imam Ibrahim bin Ishaq Al-Harbiy -rahimahullah- berkata, “Tidak ada yang menyebarkan berita-berita seperti ini (yakni tentang hidupnya Khidir) di antara manusia, kecuali setan”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/199) dan Ruh Al-Ma’aniy (15/321) karya Al-Alusiy]

Ibnul Munadiy berkata,“Aku telah mengadakan riset tentang hidupnya Khidir, apakah ia masih ada ataukah tidak, maka tiba-tiba kebanyakan orang-orang bodoh tertipu bahwa ia masih hidup karena hadits-hadits (lemah) yang dirwayatkan dalam hal tersebut”. [Lihat Az-Zahr (hal. 38)]

Ibnul Jauziy setelah membawakan beberapa hadits tentang hidupnya Nabi Khidir berkata, “Hadits-hadits ini adalah batil”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/195-197)]

Al-Hafizh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah-rahimahullah- berkata, “Hadits-hadits yang disebutkan di dalamnya tentang Khidir, dan hidupnya, semuanya adalah dusta (palsu). Tidak shahih satu hadits pun tentang hidupnya Nabi Khidir”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 67)]

Seorang ulama Syafi’iyyah, Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata setelah membawakan hadits dan kisah tentang hidupnya Khidir, “Riwayat-riwayat, dan hikayat-hikayat ini merupakan sandaran orang yang berpendapat tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini. Semua hadits-hadits yang marfu’ ini adalah dha’if jiddan (lemah sekali), tidak bisa dijadikan hujjah dalam urusan agama”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334)]

Abul Khaththab Ibnu Dihyah Al-Andalusiy-rahimahullah- berkata, “Tidak terbukti tentang pertemuan Nabi Khidir bersama dengan seorang nabi, kecuali bersama Musa, sebagaimana Allah -Ta’ala- telah kisahkan tentang berita keduanya. Semua berita tentang hidupnya tak ada yang shahih sedikitpun berdasarkan kesepakatan para penukil hadits (ahli hadits). Hal itu hanyalah disebutkan oleh orang yang meriwayatkan berita tersebut, dan tidak menyebutkan penyakitnya, entah karena ia tidak mengetahuinya, atau karena jelasnya penyakit berita tersebut di sisi para ahli hadits”. [Lihat Az-Zahr An-Nadhir (hal. 32)]
Inilah beberapa dalil, dan komentar para ulama, semuanya menyatakan Nabi Khidir tidak hidup lagi atau sudah meninggal.Nyatalah kebatilan orang yang mengaku bertemu dengan Nabi Khidir untuk menerima ajaran di luar ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Bagaimana mungkin Khidir mengajarkan suatu ajaran di luar syari’at Nabi Muhammad -Shalallahu ‘alaihi wasallam-??! Itu pasti bukan Nabi Khidir,
Jumat, 23 Agustus 2013


ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THEN BEST..





Asal Usul Maikat Maut


Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa di kala Malaikat Maut dijadikan, ia diberi tabir dari para makhluk dengan beribu-ribu tabir yang besarnya melebihi seluruh langit dan bumi. Belum pernah Allah menciptakan makhluk yang lebih besar daripada Malaikat Maut, sehingga seandainya seluruh air lautan dan sungai-sungai dituangkan di ata kepalanya, niscaya setetes pun tak akan jatuh ke bumi. Ia diikat dengan rantai yang panjangnya dapat ditempuh perjalanan seribu tahun. Para malaikat tidak akan mendekatinya, mereka tidak akan mengetahui tempatnya, mereka tidak akan mendengarkan suaranya dan merek tidak akan dapat mengitari seluruh keadaannya. ia tidak tergantung pada keadaan.


Kemudian Allah menyeru kepada para malaikat:"Berdirilah dan melihatlah kalian, ini adalah Maut." Maka mereka seluruhnya berdiri, lalu Allah memerintahkan kepada Maut:"Terbanglah kepada mereka, kembangkanlah sayapmu dan bukalah matamu." Setelah ia terbang maka para malaikat melihat Maut dan seketika itu mereka terpelanting dan pingsan. Dan ketika mereka sadar, mereka bertanya:


Malaikat: Wahai Tuhan kami, adakah Engkau menjadikan makhluk yang lebih besar daripada makhluk(Maut) ini?
Allah: Aku menjadikannya dan Aku lebih besar daripada Maut. Dan wahai Izrail, Aku perintahkan kamu mengambil Maut.
Izrail: Wahai Tuhanku, dengan kekuatan apakah aku mengambilnya, sedangkan ia lebih besar dari aku?


Maka Allah memberi Izrail kekuatan, lalu ia dapat mengambilnya dan tenanglah Maut ditangannya. Setelah ituMaut berkata:"Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku untuk menyeru di langit barang sekali."
Allah mengizinkannya lalu ia menyeru dengan suara yang nyaring:


Akulah Maut yang memisahkan seluruh kekasih
Akulah Maut yang memisahkan antara suami istri
Akulah Maut yang memisahkan antara saudara laki-laki dan perempuan
Akulah Maut yang merusakkan rumah dan gedung-gedung
Akulah Maut yang meramaikan kubur-kubur
Akulah Maut yang akan mencari dan menjumpai kamu sekalian walaupun kalian berada dalam gedung besi yang dipagar rapat dan tinggi-tinggi. Dan makhluk tidak akan kekal kecuali pasti akan merasakan aku. (Dari Berita Ghaib dan Alam Akhirat, hal. 23-24-M.Ali Chasan Umar, 1977)


Lalu bagaimanakah cara Malaikat Maut mencabut nyawa nyawa manusia dalam waktu bersamaan? Malaikat Maut(Izrail) adalah pemimpin malaikat maut yang jumlahnya sangat banyak.


Rasulullah sawa pernah menceritakan pengalamannya ketika berada di Sidratul Muntaha(tempat yang paling tinggi diatas langit ketujuh). Di situ ada pohon raksasa yang ranting paling atasnya berada di bawah Arsy. Di bawah Sidratul Muntaha terbentang surga. Daun-daunnya sangat lebar. Di atas setiap lembar daun duduk seorang malaikat, mereka tak henti-hentinya berdzikir, bertakbir dan bertahmid kepada Allah. Pada setiap daun itu tertulis nama-nama seseorang yang lengkap dengan catatan pribadinya. Apabila nama seseorang yang tertera di bawah daum itu sudah mendekati ajal, berubahlah warna daun itu menjadi agak kuning. Dan bila orang itu mengalami sakaratul maut, daun itu pun terlepas dari tangkainya, dan malaikat yang duduk diatasnya menyerahkannya kepada Izrail, lalu Izrail memerintahkan malaikat pembawa daun itu mencabut nyawa orang itu sesuai dengan nama yang tertera.
(Dari Berita Ghaib dan Alam Akhirat, hal 24-25- Drs Muhammad Anwar, 1988)
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THEN BEST..

Malaikat Israfil


Dalam Hadits yang terkenal diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bercerita kepada kami,

Rasulullah: Sesungguhnya setelah Allah selesai menciptakan makhluk langit dan bumi maka Dia menciptakan sangkala dan diberikannya kepada Israfil yang lalu diletakkan di mulutnya, ia membuka pandangannya ke arah Arsy menunggu kapan diperintahkan.
Aku: Apakah sangkala itu ya Rasulullah?
Rasulullah: Tanduk
Aku: Tanduk apa itu?
Rasulullah: Besar yang sebesar langit dan bumi. Maka ditiupnya tiga kali, yang pertama adalah tiupan yang menakutkan (menghilangkan), kedua adalah tiupan kematian. ketiga adalah tiupan kebangkitan kembali. Maka Allah memerintahkan Israfil dengan tiupan pertama, kata-Nya:'Tiuplah tiupan yang pertama!'
Maka terkejutlah seluruh penghuni langit dan bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. (Al-Hadits)

Jarak antara dua tiupan pernah disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda:

Antara dua kali tiupan sangkala kira-kira empat puluh. Orang bertanya:'Hai Abu Hurairah: 'Apakah empat puluh hari?' Jawab Abu Hurairah: 'Aku tidak tahu.'Apakah empat puluh tahun?' Jawab Abu Hurairah:'Aku tidak tahu.'(Muttafaq Alaih)

Keterangan selanjutnya tentang sangkala, Ibn Abbas ra dari Nabi saw bahwa beliau bersabda:

Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan terompet. Dan terompet itu mempunyai sebelas bundaran

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah saw bersabda: Terompet itu seperti tanduk yang sangat besar dari cahaya. Demi Dzat yang telah mengutusku dengan sebenarnya sebagai Nabi, besarnya masing-masing bundaran didalam terompet itu seperti lebarnya langit dan bumi.
Di dalam sangkala terdapat pintu-pintu sejumlah bilangan ruh. Di dalamnya ada tujuh puluh rumah. Salah satu dari rumah-rumah itu adalah tempat ruh-ruh para nabi, salah satunya lagi adalah tempat ruh-ruh para jin, salah satunya lagi tempat ruh-ruh para setan, salah satunya lagi tempat ruh-ruh binatang termasuk semut begitu pula sampai tujuh puluh macam.

Gambaran tentang Israfil, diterangkan bahwa ia memiliki empat sayap. Satu sayapnya di Timur, satu sayapnya di Barat, satu sayapnya menutupi kepalanya. Mukanya sangat kuning karena takutnya kepada Allah sehingga ia bagaikan burung pipit yang kecil. Tiada malaikat yang lebih dekat dengan Arsy kecuali Israfil. Di antara Israfil dengan Arsy ada tujuh hijab. Jarak antara satu hijab dengan hijab lainnya dapat ditempuh lima ratus tahun.

Setelah Allah memerintahkan Malaikat israfil agar melakukan tiupan kematian. maka ia pun melakukan tiupan kedua sehingga matilah semua makhluk yang berada di langit dan di bumi, sebagaimana firman Allah,

Dan ditiuplah terompet itu maka matilah semua penghuni yang di langit dan di bumi kecuali yang dikehendaki Allah


ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THEN BEST.





Malaikat Zabaniyah dan Malaikat Malik

Malaikat Zabaniyah diterangkan oleh Manshur bin Amar: Satu malaikat Zabaniyah apabila mengambil sepuluh ribu orang kafir cukup hanya dengan salah satu tangannya, dan sepuluh ribu orang kafir dengan salah satu kakinay, sepuluh ribu dengan tangan yang lain begitu pula dengan kaki yang lain. Maka dia menyiksa empat puluh ribu orang kafir sekaligus dengan segala kekuatan dan kedahsyatannya. Salah satu dari mereka adalah Malaikat Malik, Si Penjaga Neraka, dan yang delapan belas juga seperti dia.

Mereka adalah para pemimpin malaikat yang membawai para malaikat penjaga neraka yang tak terhitung jumlahnya, kecuali Allah Ta'ala(saja yang mengetahui). Mata mereka laksana kilat yang menyambar. Gigi mereka seperti putihnya tanduk lembu. Bibir mereka menyentuh telapak kaki. Dari mulutnya menyembur nyala. Lebar belikatnya bisa ditempuh satu tahun perjalanan. Allah Ta'ala tidak menciptakan rasa kasih sayang di dalam hati mereka walaupun seberat debu.

Salah satu dari mereka menyelam ke dalam lautan api(neraka) selama empat puluh tahun namun cahayanya lebih kuat daripada panasnya api neraka.
(Dari Durratun Nasihin, III hal 247 - Usman al-Khaibawi)

Dan dalam hadits lain disebutkan lagi,
Setiap malaikat zabaniyah mampu mendorong dengan sekali dorongan sejumlah empat puluh ribu dari ahli neraka ke dalam Jahannam.

Tentang keadaan umat Nabi Muhammad saw di neraka, Fatimah pernah bertanya,

Fatimah: Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak bertanya tentang ummatmu, bagaimana cara malaikat memasukkannya?
Nabi: Para malaikat memang menghalau mereka ke neraka tapi muka-muka mereka tidak menjadi hitam, mata-mata mereka tidak melotot, mulut-mulut mereka tidak dikunci dan mereka tidak digandengkan dengan setan, belenggu-belenggu dan rantai-rantai tidak diikatkan pada mereka
Fatimah: Lalu bagaimana malaikat menuntun mereka?
Nabi: Adapun orang-orang lelaki dipegang jenggotnya, para wanita dipegang rambutnya. Mereka semua menjerit-jerit menyesali masa remaja mereka karena tidak digunakan untuk kebaikan

Sesampainya di hadapan malaikat Malik, Malik merasa kagum dan berkata kepada para malaikat Zabaniyah,

Malik: Siapakah mereka itu? Tidakkah sampai kepada kita orang-orang celaka, tetapi keadaan mereka betul-betul mengagumkan sebab muka-muka mereka tidak menjadi hitam, rantai-rantai dan belenggu-belenggu tidak mengenai lehernya
Zabaniyah: Demikianlah kami diperintahkan untuk mendatangkan mereka dalam keadaan seperti itu
Lalu para malaikat bertanya kepada mereka: 'Wahai orang-orang yang sangat celaka, siapakah kalian?' Mereka menjawab: 'Kami adalah ummat Muhammad.'

Dalam riwayat lain disebutkan, sewaktu para malaikat menuntun mereka, mereka memanggil-manggil: 'Aduh Muhammad! Aduh Muhammad!' Namun setelah tiba di hadapan Malik, mereka menjadi lupa nama Muhammad saw karena penampilan Malik, lalu Malik bertany kepada mereka,

Malik: Siapakah kalian?
Mereka: Kami adalah ummat yang kepada kami Allah menurunkan Al-Qur'an dan yang berpuasa pada bulan Ramadhan
Malik: Al-Qur'an tidak diturunkan kecuali kepada Muhammad saw
(Setelah mereka mendengar nama Muhammad saw maka mereka berteriak,)

Mereka: Kami inilah ummatnya
Malik: Tiadakah bagimu dalam Al-Qur'an orang yang mencegah dari kemaksiatan?
Mereka: Wahai Malik, perkenankanlah kami untuk menangisi diri kami. Maka Malik memperkenankan, lalu mengislah meeka dan mencucurkan air mata. Sedikit pun tidak tersisa lagi air mata mereka sehingga mata mereka mengeluarkan darah. Maka berkatalah Malik:
'Alangkah indahnya tangisan itu(sekiranya terjadi) di dunia, karena takut kepada Allah, tentu kalian tidak dijilat api neraka.'

Kemudian Malik berkata kepada Zabaniyah: 'Wahai Zabaniyah hendaklah kamu semua melemparkan mereka ke dalam neraka.'
Setelah mereka dilemparkan ke dalamnya mereka menjerit-jerit sambil mengucapkan: 'Laa ilaaha illallah'. Maka api pun tidk jadi menjilatnya.
Malaikat Malik berkata kepada api: ''Wahai api ambillah mereka!' Api menjawab: 'Bagaimana aku mengambil mereka sedangakn mereka membaca: Laa ilaaha illallah. 'Malik menghardik:' Dengan itulah Tuahn pemilik Arsy Yang Maha Agung memerintahkan!'

Maka terpaksa api menjilat mereka. Dan diantara mereka ada yang terkena api sampai kedua telapak kakinya, sebgain sampai pusarnya dan sebagian sampai leher. Ketika api sudah mendekati wajah mereka Malik berkata: 'Wahai api, janganlah kamu membakar wajah mereka sebab muka mereka sama bersujud kepada Allah. Jangan pula engkau membakar hari sebab hati adalah tempat tauhid, ma'rifat dan iman.'
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THEN BEST.


Jarak Matahari di Padang Mahsyar


Apabila kelak pada hari kiamat matahari didekatkan hingga tinggal berjarak satu atau dua mil, mereka dibakar oleh terik matahari sehingga berkeringat sesuai dengan amalan mereka; ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri hingga dua tumitnya, ada yang sampai pinggangnya dan ada juga yang tenggelam sapai di atas mulutnya.
(HR. Muslim dari Miqqad ra)

Sekarang jarak Matahari dengan bumi 140juta km. Jadi 1 mil sama dengan 1.8 km diatas kepala ummat manusia.

Pada hari itu disebutkan ada seorang hamba yang sangat memilukan doanya karena begitu tidak tahannya,

Kelak pada hari kiamat ada orang yang tenggelam dalam keringatnya hingga atas mulutnya dan meratap: Ya Rabbi! rahmatilah aku walaupun dimasukkan ke neraka. (HR. At-Tabarani yang bersumber dari Ibnu Mas'ud)

Pernah orang bertanya kepada Rasulullah saw tentang gambaran para ummat yang menunggu di Padang Mahsyar. Abdullah bin Mas'ud dari Nabi saw bersabda:

Dikumpulkan oleh Allah orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian hingga batas waktu tertentu di tempat berdiri selama empat puluh tahun, terbuka mata mereka menunggu keputusan Tuhan. (HR. Ibnu Abid Dunya, Tabarani dan Hakim)

Karena hebatnya keadaan dan tegangnya saat-saat menunggu keputusan Tuhan, Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti, sehingga ia ditanya tentang empat perkara: umurnya, untuk apa dihabiskan. Ilmunya, apa yang dikerjakan. Hartanya, dari mana dihasilkan dan untuk apa dibelanjakan. Jasadnya, bagaimana dipergunakan. (HR.Ahmad)

Memang hari itu begitu berat, namun beratnya hari itu tidak berlaku bagi orang-orang mukmin, seperi hadits dari Abu Said al Khudry dari Rasulullah saw bersabda:

Suatu hari yang ukurannya lima puluh tahun. Sahabat bertanya: Alangkah panjangnya hari itu. Nabi menjawab; Demi Allah, ia akan diringankan bagi orang-orang mukmin hingga lebih ringan daripada mengerjakan shalat fardhu. (Hr. Ahmad, Abu Ya'la dan Ibnu Hibban)
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THEN BEST..

Keutamaan Arsy


Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi,

Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang beriman dan beramal saleh, kesenangan-kesenangan yang tak pernah terlihat mata dan tak pernah didengar telinga serta tak pernah terlintas dalam hati manusia
(HQR, Ibnu Jarir dan Anas ra)

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah saw pernah menggambarkan tingkatan-tingkatan surga,

Surga itu ada seratus tingkat. Jarak setiap tingkat sama dengan jarak antara langit dan bumi. Surga Firdaus berada pada tingkat yang tinggi sekali. Dari sinilah terpancarnya empat buah sungai dalam surga. Dan diatasnya terletak Arsy Tuhan.
(HR. Bukhari)

Jarak antara dua tingkatan itu pernah diterangkan dalam hadits dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda:

Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat seratus tingkatan yang anatar dua tingkatan berjarak seratus tahun perjalanan

Dalam riwayat lain disebutkan:

Antara tiap dua tingkatan sejauh antara langit dengan bumi
(HR. Bukhari dari Abu Hurairah ra)

Sedangkan tentang Arsy, dalam kitab Durratun Nasihin III diterangkan bahwa Ibnu Jarir, Ibnu Mardawih dan Abu Syaikkhin dari Abu Dzarrin ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Hai Abu Dzarrin, langit yang sebanyak tujuh bila dibandingkan dengan Kursy laksana gelang kecil yang terletak di padang belantara dan keutamaan Arsy bila dibandingkan dengan Kursy seperti padang belantara dengan gelang kecil

Dan apa yang diciptakan Allah di bawah Arsy untuk menunjukkan kemahabesaran-Nya?Dari Anas bin Malik, Nabi saw bersabda,

Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menciptakan laut dari sinar dibawah Arsy, kemudian menciptakan satu malaikat yang mempunyai dua sayap, satu sayapnya di timur dan sayap lain di barat, sedangkan kepalanya di bawah Arsy dan dua kakinya di bawah bumi yang ketujuh

Lalu apalagi yang tersembunyi di bawah Arsy untuk hamba-hamba pilihan-Nya nanti? Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menciptakan sebuah kota dari sinar di bawah Arsy yang besarnya sepuluh kali dunia. Didalamkota itu terdapat seribu pohon tanaman dari permata indah, mutiara dan batu zabarjud yang gemerlapan

Dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdullah dari Nabi saw bercerita tentang pengalamannya pada malam Mi'raj demikian:

Ketika saya dimi'rajkan(dinaikkan) ke langit saya melihat sebuah kota dari cahaya yang besarnya sama dengan seribu kali dunia tergantung terikat dengan rantai-rantai dari cahaya di bawah Arsy. Kota itu mempunyai seratus ribu pintu, tiap pintu ada taman yang ditebari dengan rahmat Allah, dalam setiap taman terdapat sebuah istana besar dari cahaya dan tiap-tiap perkampungan terdapat tujuh puluh kamar dari cahaya, pada tiap-tiap kamar masih terdapat rumah dari cahaya, di atas tiap-tiap rumah terdapat bilik dari cahaya, tiap-tiap bilik mempunyai empat ratus pintu, tiap-tiap pintu mempunyai dua daun pintu, sebuah pintu dari emas dan daun pintu satunya dari perak, di hadapan masing-masing ada tempat tidur dari cahaya, di atas tempat tidur ada sebuah kasur, di atas tiap-tiap kasur ada seorang wanita dari bidadari yang cantik jelita.
(Tanbihul Ghaafilin) - (Dar Durratun Nasihin I, hal 137 - Usman al Khaibawi)
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THEN BEST


Jarak Arsy


Disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dari Muhammad Bin Shabah dari Walid Bin Abi Tsaur dari Sammak dari Abdullah Bin Umairah dari al-Ahnaf Bin Qais dari Abbas Bin Abdul Muthalib katanya:

Aku berada di Batbaa bersama satu regu diantaranya ialah Rasulullah saw lalu melintas di atas mereka sekelompok awan. Rasulullah saw lalu menengadah ke awan itu dan bertanya:
'Apakah kamu namakan awan itu?' Mereka menjawab: Awan' Berkata Rasulullah: 'Dan al-Muznu.' Lalu mereka berkata:'Dan al-Muznu.' Berkata lagi Rasulullah: 'Dan al-Inaan.' Berkata mereka: 'Dan al-Inaan.' Lalu berkata pula Rasulullah: 'Tahukah kamu jarak antara langit dan bumi?' Berkata mereka: 'Kami tidak tahu.' Adapun jarak antara keduanya sekitar 71, 72 atau 73 tahun. Begitu pula langit yang diatas langit itu berjumlah 7 langit, kemudian di atas langit ketujuh itu ada laut yang jarak antara dasarnya yang paling bawah dengan permukaan paling atas seperti jarak antara langit dan langit, kemudian di atas itu terletak Arsy, jarak antara lantai paling bawah dan atapnya paling atas sama pula dengan jarak antara langit dan langit, kemudian Allah Azza Wa Jalla di atas semua itu.
(Hadits Hasan Gharib dikeluarkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain yang dikeluarkan Ibnu Mahdi dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah saw bersabda:

Antara langit dunia dan langit berikutnya 500 tahun dan antara masing-masing langit 500 tahun. Antara langit ketujuh dan al-Kursy adalah 500 tahun. Antara al-Kursy dan air 500 tahun, Arsy di atas air, Allah di atas Arsy, tidak tersembunyi bagi-Nya tiap amal perbuatanmu.
(Dikeluarkan oleh Ibnu Mahdi dari Hammadi Ibnu Salamah dari Asim dari Zarrim dari Abdi Tam)

Kalau Allah tidak memberitahu Muhammad saw dengan perantaraan Malaikat-Nya, Jibril as maka tidak akan ada yang tahu kalau Dia memiliki jalan-jalan naik yang jaraknya mencengangkan..


Allah mempunyai jalan-jalan naik. Naiknya para Malaikat dan ruh kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun (QS. Al-Ma'Arij, 70:3-4)

Ayat ini memamerkan kemahabesaran kerajaan Allah kepada manusia dan jin. Kalau jarak terpendek dari Galaxy terdekat yaitu Galaxy Andromeda ditempuh 2.000.000(dua juta) tahun perjalanan cahaya, sedangkan galaxy-galaxy lainnya ada yang ratusan juta tahun cahay dan bahkan ada yang ribuan juta tahun cahay dari planet mini bumi. Maka jalan-jalan naik milik Allah yang seharinya ber-kadar 50.000 tahun tidak mustahil menjadi milyaran tahun perjalanan cahay. Sungguh maha luas kerajaan Allah.

Allah menggambarkan kekacau balauan manusia pada hari kiamat, sehingga mereka melupakan hal-hal yang tidak pantas dilupakan.

Dan hari yang kamu lihat(kegemparan) itu, lalai semua wanita dari (bayi) yang disusuinya, dan tiap-tiap kandunagn menjadi gugur, dan engkau akan dapati manusia mabuk, padahal mereka tidak mabuk, begitulah dahsyatnya siksaan Allah. (QS. Al-Hajj, 22:2)

Maka bila datang suara gempuran besar. Di hari itu(kiamat) setiap orang lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, isteri dan anak-anaknya. (QS, Abasa, 80:33-36)

Pada hari itu(hari kiamat) manusia seperi rama-rama yang berterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihamburkan. (QS, Al-Qari'ah, 102:4-5)

Pernah seorang sahabat bernama Hudzaifah ra bertanya kepada Rasulullah saw,

Hudzaifah: Wahai Rasulullah bagaimanakah keadaan semua makhluk ewaktu mendengar tiupan sangkala?
Rasulullah: Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, apabila sangkala ditiup maka itulah datangnya hari kiamat, Keadaan seseorang adalah apabila sudah mengulurkan tangan untuk mengangkat sesuap nasi pada mulutnya maka ia tidak sampai memakannya. Pakaian yang sudah berada pada kedua tangannya tinggal memakai maka ia tidak dapat memakainya dan kendi yang sudah di atas mulutnya untuk minum maka ia tidak dapat meminumnya.

Akhirul Kalam

Trimong geunaseh ats kunjungan ureung dron ke dalam blog nyoe. Semoga blog DAYAH MULIA nyoe bermamfaat bagi ureung dron bandum. Amin...!

sayang

”Ilmu
Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Join US on Facebook

Nyoe adalah Posted Geutanyoe bersama. Jadi dijaga bersama. Semoga bermamfaat.

Total Tayangan Halaman

MOST RECENT

laba2

Foto Bersama

Content right


widgeo.net

About Me

Foto Saya
Lon Aneuk Teupin Batee.. Lahe Pada 10-12-1993 Di teupin Batee... Natupat Teupin Batee???

Contact

Followers

Social Icons

Bahasa

Catwidget4

topads

Like on Facebook

Become our Fan