Jumat, 19 Juli 2013
ASSALAMUALAIKUM WR-WB Selamat Datang Di Blog Dayah Mulia... Blog aneuk dayah mulia.. semoga dengen blog nyoe tanyoe aneuk dayah mulia jeut tabagi-bagi informasi dan ilmu , dan bermamfaat bagi tanyoe bersama. Hidup aneuk dayah mulia. "BEST ADaM" IS THE BEST


I�rab rafa� mempunyai empat tanda, yaitu: dhammah, wawu, alif dan nun.
Maksudnya: Alamat (tanda) i�rab rafa� ada empat macam, yaitu sebagai berikut:
1. Dhammah, menjadi alamat pokok (tanda asli) i�rab rafa�, contoh:


2. Wawu, sebagai pengganti dhammah, contoh:


3. Alif, sebagai pengganti dhammah, contoh:

4. Nun, sebagai pengganti dhammah, contoh:





Kata nazhim:

I�rab rafa� mempunyai empat alamat, yaitu dhammah, wawu, alif, demikian pula nun tsabit (tetap)yang tidak dihilangkan.

Lafazh yang di-rafa�-kan dengan memakai dhammah

Dhammah menjadi alamat bagi i�rab rafa� pada empat tempat, yaitu pada isim mufrad, jamak taksir, jamak muannats salim dan fi�il mudhari� yang pada hurut akhirnya tidak bertemu dengan salah satu pun (dari alif tatsniyah, wawu jamak, atau ya muannats mukhathabah).
Maksudnya: Dhammah menjadi tanda bagi i�rab rafa� berada pada empat tempat, yaitu pada:
1. Isim mufrad, seperti dalam contoh:



2. Jamak taksir, seperti dalam contoh:


3. Jamak muannats salim, seperti dalam contoh:


4. Fi�il mudhari� yang pada huruf akhirnya tidak bertemu dengan alif dhamir tatsniyah, contoh:


Ta�rif atau definisi isim mufrad, jamak taksir, jamak muannats salim dan fi�il mudhari�:
1. Isim mufrad, ialah:

Isim yang bukan mutsanna (tatsniyah), bukan jamak, bukan mulhaq jamak atau mulhaq tatsniyah dan bukan pula dari asmaul khamsah (isim-isim yang lima).
Contoh isim mufrad dengan perubahan secara lafazh:

Contoh isim mufrad dengan perubahan secara perkiraan (taqdiri):


2. Jamak taksir, ialah:

Lafazh yang berubah dari bentuk mufradnya.
Contoh:
lafazh


lafazh


lafazh


3. Jamak muannats salim, ialah:

Lafazh yang dijamakkan dengan memakai alif dan ta yang ditambahkan.
Contoh lafazh:






4. Fi�il mudhari�, ialah:

Lafazh yang menunjukkan kejadian (perbuatan) yang sedang berlangsung dan yang akan datang.
Adapun contoh dari fi�il mudhari� yang bertemu dengan alif dhamir tatsniyah, wawu jamak dan yang muannats mukhathabah adalah sebagai berikut:
Yang bertemu dengan alif dhamir tatsniyah, seperti:

Yang bertemu dengan wawu dhamir jamak, seperti:

Yang bertemu dengan ya muannats mukhathabah, seperti:

Yang bertemu dengan nun taukid tsaqilah, seperti:

Yang bertemu dengan nun taukid khafifah, seperti:

Semua tanda rafa� ini sebagai pengganti dhammah.
Kata nazhim:

Dhammah menjadi tanda rafa� pada isim mufrad, contohnya seperti:






Lafazh yang di-rafa�-kan dengan wawu

Wawu menjadi alamat bagi i�rab rafa� pada dua tempat, yaitu pada jamak mudzakkar salim dan asmaul khamsah (isim-isim yang lima).
Asmaul khamsah itu ialah:





Maksudnya: wawu menjadi tanda bagi i�rab rafa� itu pada dua tempat, yaitu pada:
1. Jamak mudzakkar salim, seperti dalam contoh:


2. Asmaul khamsah, yaitu lafazh:



Apabila lafazh:


Ta�rif atau definisi jamak mudzakkar salim

Lafazh yang menunjukkan bentuk jamak dengan memakai wawu dan nun pada huruf akhirnya, yaitu bila dalam keadaan rafa�, sedangkan ya dan nun bila dalam keadaan nashab dan jar.
Contohnya seperti di bawah ini:



Huruf wawu yang terdapat pada lafazh

Kata nazhim:

Wawu pada jamak mudzakkar salim (menjadi alamat rafa�), seperti dalam contoh


Perihalnya sama dengan yang dikemukakan pada asmaul khamsah, yaitu yang akan disebutkan secara berturut-turut.

Lafazh



Lafazh-lafazh yang di-rafa�-kan dengan memakai alif

Alif menjadi alamat bagi i�rab rafa� khusus pada isim tatsniyah.
Maksudnya: Alif menjadi tanda bagi i�rab rafa� itu hanya terdapat pada isim tatsniyah saja, seperti dalam contoh:



Isim tatsniyah, ialah:

Lafazh yang menunjukkan dua dengan memakai alif dan nun pada hurut akhirnya, yaitu bila dalam keadaan rafa�, sedangkan ya dan nun bila dalam keadaan nashab dan jar.
Contoh yang di-nashab-kan, seperti:


Contoh yang di-jar-kan, seperti:


Alif sebagai pengganti dhammah, dan ya sebagai pengganti fathah atau kasrah, sedangkan nunsebagai pengganti tanwin.
Kata nazhim:

Dan pada mutsanna (isim tatsniyah) dengan memakai alif, contoh:

Lafazh-Iafazh yang di-rafa�-kan dengan memakai nun

Nun menjadi alamat bagi i�rab rafa� pada fi�il mudhari� bilamana bertemu dengan dhamir tatsniyah atau dhamir jamak mudzakkar atau dhamir muannats mukhathabah.
Maksudnya: Nun menjadi tanda bagi i�rab rafa� itu pada fi�il mudhari� yang bertemu dengandhamir tatsniyah, seperti:


atau dengan dhamir jamak, seperti:


atau dengan dhamir muannats mukhathabah, seperti:

Kata nazhim:

Dan nun pada fi�il mudhari� yang telah diketahui (menjadi alamat i�rab rafa�).

Yaitu dengan wazan yaf�alâni, taf�alâni (dhamir Mukhathabah) antumâ. Dan yaf�alûna, taf�alûna, disertai yaf�alâni dan taf�alâni.

Demikian pula dengan taf�alîna seperti halnya perkataan tarhamîna hâlî (kamu - seorang perempuan- kasih sayang kepada keadaanku). Wazan-wazan tersebut terkenal dengan sebutan af�âlul khamsah.
Kesimpulan:
Tanda rafa� dengan alif hanya terdapat pada isim tatsniyah.
Tanda rafa� dengan nun hanya terdapat pada af�âlul khamsah.
Tanda I�rab Nashab

I�rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan menghilangkan huruf nun yang menjadi tanda i�rab rafa�.
Maksudnya: I�rab nashab itu mempunyai lima tanda, yaitu:
1. Fathah, menjadi alamat pokok (tanda asli) i�rab nashab, contoh:


2. Alif sebagai pengganti fathah, contoh:


3. Kasrah sebagai pengganti fathah, contoh:


4. Ya juga sebagai pengganti fathah, contoh:


5. Menghilangkan huruf nun, contoh:





Kata nazhim:

I�rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan membuang(menghilangkan) huruf nun.

Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai fathah

Fathah menjadi alamat bagi i�rab nashab berada pada tiga tempat, yaitu pada isim mufrad, jamak taksir dan fi�il mudhari� bilamana kemasukan padanya amil yang me-nashab-kan dan pada akhir kalimatnya tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari alif tatsniyah, wawu jamak, nun taukid dan sebagainya).
Maksudnya: Fathah menjadi tanda bagi i�rab nashab itu berada pada tiga tempat, yaitu pada:
1. Isim mufrad, seperti dalam contoh:



2. Jamak taksir, seperti dalam contoh:



3. Fi�il mudhari�, yaitu yang kemasukan amil yang me-nashab-kan dan akhir fi�il itu tidak bertemu dengan alif dhamir tatsniyah, wawu jamak, ya muannats mukhathabah dan nun taukid, seperti dalam contoh:



Kata nazhim:

Nashab-kanlah dengan fathah lafazh yang di-rafa�-kan dengan dhammah, kecuali pada lafazh seperti


Lafazh-Iafazh yang di-nashab-kan dengan memakai alif

Alif menjadi alamat bagi i�rab nashab berada pada asmaul khamsah, contoh:

Maksudnya: Alif menjadi tanda bagi i�rab nashab itu hanya terdapat pada asmaul khamsah saja.
Kata nazhim:

Jadikanlah alif sebagai alamat untuk me-nashab-kan asmaul khamsah.
Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai kasrah

Kasrah menjadi alamat i�rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim saja.
Contohnya seperti:




Kata nazhim:

Nashab-kanlah dengan kasrah jamak muannats salim yang telah diketahui.
Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai ya

Ya menjadi alamat bagi i�rab nashab pada isim tatsniyah dan jamak (mudzakkar salim).
Contoh yang berada pada isim tatsniyah seperti:

Huruf ya yang di-sukun-kan dan huruf yang sebelumnya di-fathah-kan.
Contoh yang berada pada jamak mudzakkar salim seperti:

Huruf ya yang di-sukun-kan dan huruf sebelumnya di-kasrah-kan.
Kata nazhim:

Alamat nashab pada isim yang telah di-tatsniyah-kan dan pada jamak tadzkir dianggap shahih dengan memakai ya.

Lafazh yang di-nashab-kan dengan membuang (menghilangkan) huruf nun

Membuang (menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i�rab nashab pada af�alul khamsah yang di-rafa�-kannya dengan memakai nun itsbat (tetap).
Seperti lafazh:





Kata nazhim:

Af�alul khamsah bilamana di-nashab-kan maka membuang huruf nun tanda rafa� secara mutlak adalah wajib.

Tanda I�rab Khafadh

I�rab khafadh mempunyai tiga alamat, yaitu: kasrah, ya dan fathah.
1. Kasrah, yaitu yang menjadi alamat pokok i�rab khafadh, contoh:


2. Ya, sebagai pengganti kasrah, contoh:



3. Fathah, sebagai pengganti kasrah, contoh:


Kata nazhim:

Alamat khafadh yang telah ditentukan ialah, kasrah, ya dan fathah saja.

Lafazh-lafazh yang di-khafadh-kan atau di-jar-kan dengan memakai harakat kasrah

Kasrah menjadi alamat bagi i�rab khafadh pada tiga tempat, yaitu pada isim mufrad yang menerima tanwin, jamak taksir yang menerima tanwin dan jamak muannats salim.
Contoh isim mufrad yang menerima tanwin, seperti:



Contoh jamak taksir yang menerima tanwin, seperti:


Contoh jamak muannats salim, seperti:


Kata nazhim:

Khafadh-kanlah (jar-kanlah) dengan harakat kasrah isim-isim yang telah diketahui dalam keadaan rafa�-nya dengan dhammah bilamana munsharif (menerima tanwin).

Lafazh-lafazh yang di-jar-kan dengan memakai ya

Ya menjadi alamat i�rab khafadh pada tiga tempat, yaitu pada asmaul khamsah, isim tatsniyah dan jamak (mudzakkar salim).
Contoh dalam bentuk asmaul khamsah, seperti:

Contoh pada isim tatsniyah, seperti:


Contoh pada jamak mudzakkar (salim), seperti:

Kata nazhim:

Jar-kanlah dengan memakai ya setiap lafazh yang di-nashab-kan dengan huruf ya; demikian pula asmaul khamsah berikut syarat-syaratnya, maka benarlah sikap Anda ini.
Maksudnya: Setiap lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai ya maka di-jar-kannya pun dengan memakai ya pula, demikian pula asmaul khamsah (isim-isim yang lima).

Lafazh-lafazh yang di-jar-kan dengan memakai fathah

Fathah menjadi alamat i�rab khafadh pada isim yang tidak menerima tanwin (ghair munsharif).
Isim yang tidak menerima tanwin itu banyak, diantaranya ialah sebagai berikut:
1. Isim alam yang ber-wazan af�al, contoh:

2. �Alam �ajam yang hurufnya lebih dari tiga, contoh:

3. Bentuk (shighat) muntahal jumu�, contoh:



4. �Alam muannats yang memakai ta marbuthah, contoh:

5. �Alam tarkib mazji, contoh:

6. �Alam dan �adal, contoh:

(Bentuk asalnya:

Kata nazhim:

Khafadh-kanlah dengan memakai fathah setiap isim yang tidak menerima tanwin (ghair munsharif)dari isim yang bersifat dengan sifat fi�il.
Perlu diketahui, bahwa terjadinya isim ghair munsharif itu karena isim tersebut mempunyai �illat(penyebab), yaitu �illat washfiyah atau sifat, dan �alamiyah. �Illat itu ada yang dua �illat dan ada pula yang satu �illat menduduki tempat dua �illat.
A. Isim ghair munsharif dengan dua �illat
1. Washfiyah (sifat).
Washfiyah dan �adal, seperti lafazh:



Washfiyah dan wazan fi�il, seperti:





Washfiyah dan ziyadah (tambahan) alif dan nun, contoh:




2. �Alamiyah (nama) dan lain-lainnya, yaitu:
�Alamiyah dan wazan fi�il, seperti:



�Alamiyah dan �adal, contoh:



�Alamiyah dan ziyadah (tambahan) alif dan nun, contoh:


�Alamiyah dan �ajamiyah (bahasa asing), contoh:

�Alamiyah dan tarkib mazji (susunan campuran), contoh:



�Alamiyah dan ta�nits, contoh:

B. Isim ghair munsharif dengan satu �illat yang menduduki tempat dua �illat ada dua, yaitu:
Shighat (bentuk) muntahal jumu�, yaitu wazan







Sebab alif ta�nits mamdudah, contoh:


Semua isim ghair munsharif itu di-rafa�-kan dengan memakai dhammah, di-nashab-kan dan di-jar-kan dengan harakat fathah.

Tanda I�rab Jazm

I�rab jazm mempunyai dua alamat yaitu, sukun dan membuang.
Maksudnya: I�rab jazm itu mempunyai dua tanda yaitu, sukun yang menjadi tanda pokok dan membuang (menghilangkan) nun tanda rafa� dan huruf �illat.
Contoh sukun yang menjadi tanda pokok seperti:

Contoh membuang nun tanda rafa� seperti:

Contoh membuang huruf �illat seperti:

Kata nazhim:

I�rab jazm pada fi�il-fi�il itu dengan memakai sukun, atau membuang huruf �illat, atau membuang nun (tanda rafa�) pada af�alul khamsah.

Lafazh-lafazh yang di-jazm-kan dengan memakai sukun

Sukun menjadi alamat bagi i�rab jazm pada fi�il mudhari� yang shahih akhirnya.
Fi�il mudhari� yang shahih akhirnya, ialah fi�il mudhari� yang pada bagian akhirnya tidak berhuruf �illat, yaitu: alif, wawu dan ya, seperti:

Contoh yang mu�tal, ialah:

Lafazh-Iafazh yang di-jazm-kan dengan membuang huruf �illat atau nun tanda rafa�

Membuang itu menjadi tanda bagi i�rab jazm pada fi�il mudhari� yang mu�tal akhir dan pada fi�il-fi�il yang dirafa�-kannya dengan nun tetap.
Contoh yang mu�tal (berhuruf �illat), seperti:


Contoh yang tanda rafa�-nya dengan nun, seperti:


Kata nazhim:

Maka membuang nun tanda rafa� secara pasti diharuskan pada af�alul khamsah bilamana di-jazm-kan.

Lafazh yang Di-mu�rab-kan

Lafazh-lafazh yang di-mu�rab-kan terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian yang di-i�rab-i dengan memakai harakat dan bagian yang di-i�rab-i dengan memakai huruf.
Maksudnya: Pasal ini merupakan pengulangan pelajaran yang telah lalu, yaitu pada garis besarnya semua lafazh atau kalimat itu ada yang di-i�rab-i dengan memakai harakat, baik harakat dhammah, fathah, kasrah atau sukun, seperti: ;

Dan ada yang di-i�rab-i dengan memakai huruf, yaitu: wawu, alif dan ya, seperti:

Kata nazhim:

Lafazh yang di-mu�rab-kan itu semuanya kadang-kadang di-i�rab-i dengan memakai harakat atau dengan huruf yang didekatkan.

Lafazh yang di-i�rabi dengan memakai harakat:

Lafazh yang di-i�rab-i dengan memakai harakat ada empat macam, yaitu: isim mufrad, jamak taksir, jamak muannats salim dan fi�il mudhari� yang tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari huruf alif, wawu, ya, nun taukid atau huruf �illat)

Semua lafazh itu di-rafa�-kan dengan memakai dhammah, di- nashab-kan dengan memakai fathah, di-khafadh-kan dengan memakai kasrah dan di-jazm-kan dengan memakai sukun.
Maksudnya: Lafazh-Iafazh yang di-i�rab-i dengan memakai harakat ada empat macam, yaitu: 1.isim mufrad; 2. jamak taksir; 3. jamak muannats salim; dan 4. fi�il mudhari yang pada ujungnya tidak bertemu dengan huruf alif, wawu, ya dan nun taukid. Semua itu harus di-rafa�-kan dengan memakai dhammah, di-nashab-kan dengan memakai fathah, di-khafadh-kan dengan memakaikasrah dan di-jazm-kan dengan memakai sukun.
Contoh dalam keadaan rafa� seperti:


Dalam keadaan nashab seperti:


Dalam keadaan khafadh seperti:

Dalam keadaan jazm seperti:

Kata nazhim:

Yang pertama dari dua bagian tersebut (yang di-i�rab-i dengan harakat) ada empat macam sebagaimana yang telah dikemukakan, yaitu di-rafa�-kan dengan memakai dhammah.

Tiap-tiap lafazh yang di-rafa�-kan dengan memakaidhammah maka di-nashab-kannya dengan memakai fathah secara mutlak.

Dan isim yang di-rafa�-kan dengan memakai dhammah harus di-khafadh-kan dengan memakai kasrah. Dan fi�il yang di-rafa�-kan dengan memakai dhammah di-jazm-kan dengan memakai sukun.


Dikecualikan dari ketentuan tadi ialah tiga perkara, yaitu 1. jamak muannats salim, di-nashab-kan dengan kasrah; 2. isim yang tidak menerima tanwin, di-khafadh-kan dengan fathah, 3. fi�il mudhari� yang mu�tal akhir (berhuruf �illat pada ujungnya), di-jazm-kan, dengan membuang huruf akhirnya, yaitu huruf �illat.
Maksudnya: Dikecualikan dari ketentuan tadi (di-nashab-kan dengan memakai fathah, di-rafa�-kan dengan memakai dhammah, di-khafadh-kan dengan memakai kasrah dan di-jazm-kan dengan memakai sukun), yaitu sebagai berikut:
Jamak muannats salim, di-nashab-kannya bukan dengan harakat fathah, tapi dengan harakatkasrah, seperti dalam contoh:


Isim yang tidak menerima tanwin (ghair munsharif), di-khafadh-kan atau di-jar-kannya bukan dengan harakat kasrah, melainkan dengan harakat fathah, seperti dalam contoh:

Fi�il mudhari yang mu�tal akhir, di-jazm-kannya bukan dengan harakat sukun, melainkan dengan membuang huruf �illat-nya seperti:

Kata nazhim:

Tetapi seperti dalam contoh lafazh:


Semua fi�il mu�tal di-jazm-kan dengan membuang huruf �illat sebagaimana yang telah diketahui.
Lafazh-lafazh yang di-i�rab-i dengan memakai huruf

Lafazh yang di-i�rab-i dengan memakai huruf ada empat macam, yaitu: 1. isim tatsniyah; 2. jamak mudzakkar salim; 3. asmaul khamsah; 4. af�lul khamsah, yaitu Yaf�alâni, taf�alâni, yaf�alûna, taf�alûna, taf�alîna.
Maksudnya: Lafazh-lafazh yang di-i�rab-i dengan memakai huruf ada empat macam, yaitu sebagai berikut:
Isim tatsniyah, contoh:

Jamak mudzakkar salim, contoh:

Asmaul khamsah, contoh:



Af�alul khamsah, contoh:


Kata nazhim:

Lafazh yang di-mu�rab-kan dengan memakai huruf itu ada empat, yaitu: 1. mutsanna (isim tatsniyah); 2. mudzakkar yang di-jamak-kan secara shahih (jamak mudzakkar salim, bukan jamak taksir), seperti contoh yang telah lalu; 3. asmaul khamsah; dan 4. af�alul khamsah.

I�rab isim tatsniyah

Adapun isim tatsniyah maka di-rafa�-kan dengan memakai alif, di-nashab-kan dan di-khafadh-kan dengan memakai ya.
Contoh di-rafa�-kan dengan memakai alif, seperti:

Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Akhirul Kalam
Trimong geunaseh ats kunjungan ureung dron ke dalam blog nyoe. Semoga blog DAYAH MULIA nyoe bermamfaat bagi ureung dron bandum. Amin...!
Diberdayakan oleh Blogger.
Wikipedia
Hasil penelusuran
Join US on Facebook
Nyoe adalah Posted Geutanyoe bersama. Jadi dijaga bersama. Semoga bermamfaat.
Total Tayangan Halaman
Arsip Blog
-
▼
2013
(132)
-
▼
Juli
(31)
- Seluk-Beluk Dayah di Aceh
- Makruh Hukumnya Menggerak-gerakkan Jari Telunjuk K...
- Orang Yang Lemah Aqal
- Dayah Teungku Chik Tanon Abee Tertua Se - Asia Ten...
- Sejarah Tgk Chik Di Awe Geutah
- Kisah Muallaf (Muhammad Alexander Russel Webb)
- Lanjutan Biografi Syeikh Muhammad Waly Al-Khalidy
- Biografi Ulama Aceh (Syeikh H. Muhammad Waly Al-Kh...
- Biografi Abu Ibrahim Woyla
- Tanda I'rab_Kitab Ajjurumiah
- Ilmu Nahwu Dan Penjelasannya
- I'rab Basmalah / Bismillahirrahmanirrahim
- Tanda & Ciri-Ciri Wafat Dalam Khusnul Khatimah/Seu...
- Ilmu Matematika Dalam Kalimat Syahadat
- KEDUDUKAN SHALAT DALAM ISLAM
- Sifat Nafsiyyah, Salbiyah, Ma’ani,Ma’nawiyah
- Ringkasan Sejarah 25 Rasul
- Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Allah
- Perbedaan Nabi & Rasul
- Hukum (Akal', Syara', dan Adat)
- Sebuah kisah ironis dari irlandia
- 30 Keistimewaan Bulan Ramadhan
- Musik Itu Haram
- Pidato Sembahyang Bahasa Aceh
- Pidato bahasa aceh
- Pidato bulan ramadhan
- Amalan Do'a Bulan Puasa Ramadhan
- Amalan Kesukaan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan
- AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN
- Niat Buka Puasa, Sahur, Dan Buka Puasa
- Hal-hal Yang Membatalkan Puasa
-
▼
Juli
(31)
MOST RECENT
laba2
Foto Bersama
About Me

- Rahmad
- Lon Aneuk Teupin Batee.. Lahe Pada 10-12-1993 Di teupin Batee... Natupat Teupin Batee???
0 komentar:
Posting Komentar